PENTAS PAI NASIONAL KE 5

-KELAS V SD SUDAH JADI SINGA PODIUM DI PENTAS PAI-

Perhelatan Pekan Ketermapilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) Tingkat Nasional yang untuk ke V kalinya telah sukses digelar di Kota Bekasi pada tanggal 12-16 Juli 2011. Kegiatan yang mengambil tema “Membangun Generasi Beriman, Bertaqwa dan Berakhlak Mulia” ini diadakan dengan tujuan untuk meninkatkan Iman dan Taqwa kepada Allah SWT dan juga sebagai ruang untuk mempererat tali shilaturahim dan membina kesatuan dan persatuan bangsa antara seluruh siswa dari tingkat SD-SMA. Selain itu, kegiatan ini juga sebagi tempat untuk para siswa mengekspresikan minat dan bakat mereka yang tentunya dalam koridor Pendidikan Agama Islam. Kegiatan yang memperebutkan Piala wakil Presiden Republik Indonesia tersebut menghadirkan berbagai macam lomba dan diikuti 561 peserta yang terdiri dari 33 propinsi dan kini telah menemukan jagoan-jagoan baru dalam macam lomba yang diadakan, diantaranya lomba pidato tingkat SD yang dimenangkan oleh kontingen dari Jawa Tengah dan dia adalah Sulthon Ali Basyar siswa kelas 5 SD. Tim Website DITPAIS berhasil mewawancarai Abdul Gaffar orang tua dari Sulthon Ali Basyar. Berikut ini petikan wawancaranya. Bagaimana perasaan bapak atas menangnnya Sulthon dalam lomba pidato tingkat Sekolah Dasar di Pentas PAI Tingkat Nasional ini? Saya sangat senang dan bersyukur kepada Allah karena telah memberikan kesempatan kepada anak saya untuk menjadi pemenang dalam Pentas PAI ke V Tingkat Nasional ini. Bagaimana cara bapak mendidik anak? Awalnya saya punya 13 anak dan 3 orang meninggal dunia dan yang sekarang hidup berjumlah 10 orang dan Sulthon ini adalah anak yang ke 9. Alhmadulillah 7 dari 10 anak saya tersebut sudah bisa cermahan semuanya. Perlu diketahui bahwa semenjak saya punya anak pertama sampai saat ini tidak punya televisi. Bukan berarti saya tidak mampu untuk membeli atau fanatic terhadap barang-barang seperti itu. Saya memandang bahwa alat-alat modern seperti televise tersebut sangat bagus dan ada ilmu juga di dalamnya namun saya ingin anak-anak saya tidak terlena. Ketika anak-anak saya menonton televisi dirumah keluarganya pasti saya pantau agar dapat mengarahkan dan memberikan pemahaman apa yang sedang mereka tonton tersebut. Selain itu, saya pun sangat memberikan batasan kepada anak-anak untuk bermaian diluar rumah. Anak-anak saya lebih banyak diasuh dalam rumah. Saya dan istri saya memberikan pemahaman kepada meraka baik itu tentang pendidikan maupun masalah-masalah yang berkaitan dengan moral. Hal ini saya lakukan bukan berarti lingkungan saya tinggal tidak baik, lingkungan saya sangat baik bahkan cenderung islami namun buat saya, ketika anak-anak dilepas bermaian maka akan banyak waktu yang terbuang sia-sia dan jika mereka ada dirumah akan lebih mudah untuk memberikan arahan-arahan agar sampai pada target-targetnya. Alhamdulillah sampai saat ini seluruh anak saya tidak ketinggalan dengan pendidikan baik formal maupun non formal dan kesemuanya sepuluh besar disekolahnya. Bapak sangat memberikan perhatian pendidikan anak-anak, bagaiman cara orang tua bapak mendidik? Sejak kecil saya telah ditinggal orang tua sehingga tidak sempat mencicipi didikan orang tua langsung dan dengan keadaan seperti itu juga membuat perekonomian keluarga menjadi tidak menentu dan berimbas pada pendidikan saya sehingga masa belajar saya dulu di pesantren yang terletak didaerah Kuningan agak terbengkalai. Tapi dari pesantren tersebut sedikit banyak saya kenal dan paham beberapa kitab kuning yang menjadi bacaan wajib santri seperti Jurmiyah, Fathul Qorib, Tijan Darori dan lain sebagainya. Dengan pengalaman pahit tersebutlah saya bertekad agar anak-anak saya harus sekolah dan harapan saya sampai tingkat yang paling tinggi saya akan perjuangkan dengan sekuat-kuatnya agar mereka dapat hidup baik di dunia maupun akhirat karena ilmu adalah bekal yang paling utama buat anak manusia. Apa kesibukan bapak sehari-hari? Wah..saya ini hanya petani biasa yang setiap hari kerja panas-panasan di sawah nyangkul. Alhamd.

(Sumber : http://pendis.kemenag.go.id/kerangka/pais.htm)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s